Issue No. 20260805-8950-KEAJAIBAN ·

· 05 Agustus 2026

Tidak Ada Salahnya Bukan Menjadi Baik dan Peduli? Pandanganku Soal Keajaiban Toko Kelontong Namiya

Keigo Higashino, penulis asal Jepang yang namanya lebih lekat ke genre misteri kriminal, ternyata pernah merilis cerita yang bernuansa hangat nan emosional, bahkan menjadi salah satu novel terlarisnya. Karyanya pun sudah diadaptasikan menjadi film, tidak hanya Jepang, bahkan beberapa negara seperti Tiongkok, dan segera Korea Selatan. Di sini izinkan aku membahas pandanganku seputar filmnya dan sedikit novelnya.


Sinopsis Singkat

Menceritakan 3 pemuda yang baru saja melakukan pencurian dan ingin bersembunyi dari kejaran polisi, salah satu pemuda pun menyarankan untuk bersembunyi di sebuah toko tua yang sudah lama ditinggalkan.

Selama bersembunyi di toko tersebut, mereka akhirnya tahu kalau toko itu adalah toko kelontong yang sering memberikan nasihat yang diminta melalui surat yang datang. Tiba - tiba sepucuk surat masuk dari selah - selah lubang surat yang ada di pintu. Mereka ambil lalu membacanya, tak disangka itu adalah surat dari seseorang yang meminta nasihat, dengan rasa penasaran, mereka mencoba untuk membalas surat tersebut dengan nasihat. Namun yang tak disangka ternyata mereka menerima surat balasan, padahal pemilik surat hidup bertahun - tahun lalu. Apa yang terjadi pada mereka di toko tersebut?


Pandanganku

Selama aku menonton versi film dan membaca novelnya, banyak subplot yang tidak diceritakan dan dipadatkan di versi film, bukan hanya karena alasan durasi, juga karena sudut pandang yang ditekankan di sini adalah 3 pemuda ini. 

Di awal - awal film, kita dibuat bertanya - tanya apa motivasi ketiga pemuda ini, bagaimana latar belakangnya, dan pandangan mereka terhadap dunia. Namun pertanyaan - pertanyaan itu mulai terkuak beriringan dengan surat - surat yang mereka balas. potongan - potongan takdir yang saling berhubungan dengan kisah orang - orang di sekeliling mereka. 3 pemuda yang hidup tak ada tujuan, luntang lantung selama ini malah memberikan nasihat dan sudut pandang kedua kepada para pengirim surat itu. 

Namun untukku, cerita yang lebih mengena hatiku adalah plot yang menceritakan momen momen terakhir Pak Namiya menjalankan tugasnya dalam membalas surat - surat yang datang. Mungkin ada nasihat yang disalahartikan oleh pembacanya, mungkin ada yang berakhir tragis, namun setidaknya Pak Namiya mencoba memahami mereka dan berharap yang terbaik.

Karena pada akhirnya berbuat baik akan selalu kembali dengan kebaikan untukmu.

Fin

Jika ada kesempatan, maka cobalah menonton filmnya terlebih dahulu agar ekspektasi tetap terjaga dan rahasia serta benang merah takdirnya lebih kena.


Artikel Lainnya

Moon